Monday, April 13, 2009

SDM TIK di Indonesia

Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo, menyatakan bahwa di negara Indonesia masih minim tenaga sumber daya manusia yang berlatar belakang bidang TIK, walaupun kebutuhan SDM TIK dalam negeri sudah mencapai 40 ribu orang. Namun, banyak perusahaan yang lebih memilih ekspatriat dari negara lain untuk mengisi posisi tersebut. Hal yang lebih parah berdasarkan laporan dari "World Competitiveness Yearbook 2004", bahkan Indonesia menempati urutan lebih rendah dari Singapura yang berada di peringkat kedua, Malaysia peringkat 16, Thailand peringkat 29, dan Philipina peringkat 52.

Mendiknas menegaskan bahwa bidang TIK menjadi penting, mengingat sekarang ini merupakan era globalisasi yang penuh tantangan. Bidang TIK menjadi sarana vital tanpa adanya ikatan tempat dan waktu dan dapat mengantarkan kehidupan manusia ke revolusi peradaban yang lebih modern.

Mendiknas menjelaskan mengenai kekurangan dan perbedaan ketersediaan infrastruktur , juga SDM, menyebabkan akses informasi digital di Indonesia menjadi tidak merata dan dapat menjadi kesenjangan di antara masyarakat. Untuk itu, diperlukan ide dan kreativitas dalam bidang TIK untuk menutup kekurangan yang ada.

Oleh karena itu, pemerintah melalui Mendiknas telah mengupayakan pemanfaatan TIK seluas-luasnya terutama di bidang pendidikan. Selain itu, juga menyelenggarakan program Jardiknas dan Inherent di perguruan tinggi. Untuk masalah hasilnya, diharapkan dapat menyelesaikan perbedaan ini di wilayah Jawa dan Luar Jawa, kawasan timur dan barat, juga daerah desa dan kota.

Sumber

No comments:

Post a Comment