Wednesday, November 9, 2011

Wirausahawan atau Karyawan (Artikel 1 Inovasi dan Kewirausahaan)

Pada saat sekarang ini, orang berlomba-lomba untuk memenuhi pundi-pundi uang mereka demi kesejahteraan hidup. Ada yang memilih untuk berwirausaha dan ada yang memilih untuk menjadi karyawan pada sebuah perusahaan. Kedua hal ini memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk memenuhi pundi-pundi uang, namun berbeda dalam pelaksanaannya. 

Seorang wirausahawan membuat sebuah usaha baru, dengan menghadapi segala risiko yang bisa terjadi. Sedangkan seorang karyawan bekerja dan bernaung di bawah suatu perusahaan. 

Manakah yang lebih baik antara menjadi seorang wirausahawan atau menjadi seorang karyawan? Kedua pilihan itu memiliki sisi positif dan negatifnya. Seorang karyawan tidak harus mengurusi segala aspek dalam perusahaan, mereka hanya cukup melakukan tugas yang diberikan sesuai dengan divisi masing-masingnya dalam perusahaan tersebut. Sedangkan menjadi seorang wirausahawan haruslah kreatif, berbakat dalam mengenali produk apa yang sedang dibutuhkan pasar, serta memiliki strategi pengoperasian dan pemasaran produk dengan baik. 

Biasanya, karyawan menandatangani sebuah kontrak kerja, berisi aturan pekerjaan serta perjanjian bayaran. Mereka akan menerima bayaran rutin secara berkala mungkin itu mingguan atau bulanan, bahkan mungkin mendapatkan bonus tambahan dalam periode waktu tertentu, dan diperintah oleh seorang pimpinan dan harus tunduk terhadap aturan yang telah dibuat oleh perusahaan tersebut.

Wirausahawan memiliki kebebasan yang tidak dimiliki oleh seorang karyawan. Mereka tidak harus menandatangani sebuah kontrak kerja, tidak memiliki aturan kerja, dan tidak memiliki pendapatan yang pasti. Segala aturan kerja ditentukan oleh diri sendiri, bahkan juga dalam hal pendapatan. Seorang wirausahawan mendapatkan omset yang naik turun, terkadang sangat tinggi, kadang juga sangat rendah, semua itu tergantung dari usaha yang telah kita lakukan. 

Apabila Anda memutuskan untuk menjadi seorang karyawan, maka berarti Anda terlibat pada sebuah keterikatan yang menghambat kreativitas. Anda harus tunduk pada aturan-aturan perusahaan yang mungkin tidak sesuai dengan diri Anda. Anda juga tidak bisa mengimplementasikan ide-ide usaha yang tersirat di dalam benak, karena tidak memiliki keberanian yang cukup untuk mengambil segala risikonya. 

Jika Anda memilih untuk menjadi seorang wirausahawan, artinya Anda berkesempatan untuk mewujudkan cita-cita Anda dengan mengimplementasikan ide usaha Anda secara nyata. Menjadi seorang wirausahawan memiliki sebuah tantangan sendiri, hal ini bisa menjadi salah satu bentuk perwujudan diri Anda, sejauh mana Anda bisa mengembangkan potensi diri. 

Keuntungan yang didapatkan dengan jalan berwirausaha pun tidak tanggung-tanggung. Anda bisa mendapatkan penghasilan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan menjadi seorang karyawan. Wirausahawan dapat melakukan hal-hal yang disukai dan menikmati hasil dari kerja keras sendiri.

Wirausahawan juga secara tidak langsung berkontribusi kepada masyarakat umum. Mereka bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain, dan harus bisa menempatkan orang-orang tersebut pada bagian dimana orang itu pantas dan memiliki kemampuan di bidang tersebut.
Singkat kata, dapat juga diartikan bahwa seorang wirausahawan mempekerjakan karyawan. Setelah membaca paparan saya di atas, pastinya Anda sudah bisa mengukur diri Anda dan seharusnya bisa menentukan jalan hidup Anda, menjadi seorang pekerja atau yang mempekerjakan.

Jadi, manakah yang akan Anda pilih? Menjadi seorang karyawan atau seorang wirausahawan?

No comments:

Post a Comment